Gubernur Ridho: ini kewajiban pemprov Lampung



setialampung - Gubenur Lampung Muhammad Ridho Ficardo berharap Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada bisa menjadi rujukan, tumpuan, dan ujung tombak layanan kesehatan bagi masyarakat, serta sebagai rumah sakit terbaik se-Indonesia.

Harapan ini disampaikan Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo saat meresmikan UPTD Rumah Sakit Umum Daerah Bandar Negara Husada, di Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Kamis (7/9).

Acara yang juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung, Bachtiar Basri, Kadis Kesehatan, perwakilan rumah sakit provinsi Lampung, BPJS, serta jajaran forkopimda tersebut, mengukuhkan Badan Pengawas Rumah Sakit Lampung.

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mengatakan, sudah menjadi kewajiban pemerintah provinsi (pemprov) Lampung dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat.

"Sudah menjadi kewajiban kita untuk menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat, melakukan akselerasi untuk meningkatkan kualitas rumah sakit, terutama dari segi pelayanam, perlengkapan dan peralatan," tegas Ridho.

Lebih lanjut, Gubernur Ridho mengatakan, RS Bandar Negara Husada sebagai bagian dari kota baru, bukan semata disiapkan untuk kota baru, tapi disiapkan jauh lebih dari itu.

"RS Bandar Negara Husada disiapkan untuk menunjang RSUD Abdul Moeloek yang saat ini sering over capacity, dengan adanya Rumah Sakit ini harapannya dapat memberikan dukungan layanan cepat terpadu kepada masyarakat Lampung," ujarnya.

Disisi lain, Gubernur Ridho juga berpesan kepada kabupaten/kota untuk dapat memberikan layanan yang maksimal. Sehingga layanan kesehatan dapat merata dan tidak hanya bertumpu di rumah sakit povinsi.

Kadis Kesehatan Lampung, Reihana mengatakan, Rumah Sakit Bandar Negara Husada merupakan rumah sakit tanpa kelas yang memiliki fasilitas dan standarisasi layanan setara dengan rumah sakit kelas 1.

Dalam sambutannya Reihana melaporkan, RS Bandar Negara Husada yang dibangun diatas tanah seluas 20 ribu hektare dan memiliki luas bangunan 9.915 m2 tersebut, memiliki 104 kamar pasien, enam dokter umum, 34 perawat, 70 petugas kesehatan, dan masing-masing satu dokter spesialis anak, kandungan, anestesi, bedah, dan penyakit dalam. Kemudian 19 bidan, dua apoteker, tiga tenaga kefarmasian, satu sanitarian, tiga nutrisionis, dan dua analis laboratorium.

Dalam peresmian tersebut juga dilakukan penandatanganan MoU antara PT.Trans Lampung dengan Dinas kesehatan Lampung terkait penyediaan sarana transportasi, dan MoU dengan kepala BPJS Bandarlampung terkait kerjasama untuk rujukan rumah sakit bagi pasien BPJS.

Gubernur Ridho dalam peresmian tersebut menyerahkan bantuan mobil ambulan, obat pelayanan kesehatan untuk 15 kabupaten/kota, makanan pendamping asi untuk 15 kabupaten/kota, alat cetak sarana sanitasi untuk 15 kab/kota, serta uang operasional bagi duta HIB aids. (*)
Share:

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog