BPN Tuba mengaku tidak terlibat soal perpanjangan HGU PT. SIL

Foto: istimewa


setialampung - Kepala Badan Pertahanan Nasional (BPN) Tulangbawang (Tuba), Merodi Sugarda mengaku tidak mengetahui dan tidak terlibat dalam proses perpanjangan hak guna usaha (HGU) PT. Sweet Indo Lampung (SIL).

Menurutnya, perpanjangan HGU PT. SIL bukan wewenang BPN kabupaten. Melainkan wewenang menteri agraria dan tata ruang/kepala badan pertahanan nasional (ATR-BPN).

“PT. SIL langsung mengajukan permohonan perpanjangan HGU ke kementerian ATR-BPN pusat. Sehingga dikeluarkannya surat perpanjangan tersebut. Kalau kami dari ATR-BPN kabupaten satu jengkal tanahpun tidak punya kewenangan untuk mengajukan," akunya, saat ditemui di kantornya, Rabu (4/10), seperti dilansir dan dikutip dari suarapedia.com.

Diketahui, menteri agraria dan tata ruang/kepala badan pertahanan nasional telah mengeluarkan surat keputusan (SK) nomor 87/HGU/Kem-ART/BPN/2017 tentang perpanjangan HGU atas nama PT. Sweet Indolampung, atas tanah di Tulangbawang (Lampung) yang ditetapkan 18 Agustus 2017 dan ditandatangani Sofyan A. Djalil.

HGU yang dimiliki PT. SIL sebelumnya nomor 43, tanggal 10 Maret 1997 dengan gambar situasi nomor 40/1997 tanggal 10 Maret 1997 dengan luas 12.860,66 ha, terletak di desa/Kampung Bakung Udik, Bakung Ilir, Lingai, Manggala, Ujung Gunung Ilir, Kibang dan Astra Ksetra, Kecamatan Manggala, Lampung Utara, provinsi Lampung, diterbitkan berdasarkan surat pertahanan nasional tanggal 17 Februari 1994 Nomor 8/HGU/BPN/94 dan baru akan berakhir haknya tanggal 31 Desember 2018. (*)

Sumber: Terkait Perpanjangan HGU PT SIL, BPN Tulang Bawang Diduga Buang Badan

Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog