Langsung ke konten utama

Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo besuk dan doakan KH. Ahmad Sodik lekas sehat kembali

Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo menjenguk KH. Ahmad Sodik di RS. Urip Sumoharjo. Foto: istimewa.

setialampung - Di sela - sela kesibukannya, Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo secara pribadi menjenguk KH. Ahmad Sodik, yang kini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandarlampung.

KH Ahmad Sodiq merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Darussalamah Braja Dewa, Way Jepara, Lampung Timur (Lamtim). Selain sebagai pengasuh pondok, KH Sodiq adalah tokoh karismatis warga Nahdliyin di Lampung.

Hubungan Ridho Ficardo dan keluarga besar KH Sodiq terbilang sangat erat, selain karena orang tua Ridho berasal dari keluarga Nahdliyin Tulung Agung, Jawa Timur dan mengganggap KH Sodiq sebagai guru, juga selama ini Ridho banyak menjalin komunikasi dan melaksanakan program - program yang mendukung pengembangan pondok pesantren dan warga Nahdliyin di seluruh Lampung.

Pada kesempatan tersebut, Ridho didampingi Bu Nyai Sodiq dan Putra Putri serta sejumlah santri-santrinya, Rektor UIN Prof. Mukri yang kebetulan juga menjenguk KH Sodiq, Anggota DPRD Lampung Imer Darius, serta Pimpinan RS Urip Sumoharjo Drs. Purwantoro ST, MMKm, dan Direktur RS Dr. Novayanti MM-BAT beserta perawat dan staf rumah sakit.

“Pak Kiyai adalah sosok kharismatis yang dicintai santri - santrinya yang tersebar di Lampung dan luar Lampung. Bahkan menjadi guru bagi banyak tokoh besar di Lampung. Saya mendoakan semoga Allah SWT segera mengangkat sakit Pak Kiyai Sodiq, sehingga Pak Kiyai segera bisa beraktivitas kembali dan dapat memimpin “ngaji” santri-santri di Pondok Pesantren Darussalamah” demikian pesan Gubernur Lampung, Muhmmad Ridho Ficardo. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting …

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …