Langsung ke konten utama

Gubernur Ridho: sinergi pusat dan daerah bisa atasi kesenjangan sosial


setialampung - Lampung M.Ridho Ficardo usai mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Panjaitan yang menjadi keynote speech seminar nasional ISEI XIX di Swiss-Belhotel Bandarlampung, kamis (19/10) pagi.

Menko Luhut B. Panjaitan dalam seminarnya mengangkat tema seputar Pembangunan Kemaritiman untuk mengatasi Kesenjangan dan Kemiskinan.


Pada awal pemaparannya Menko Luhut menyampaikan, pada periode 2011 - 2013, laju pertumbuhan PDB Indonesia cukup tinggi, didorong oleh boomingnya komoditas, namun disisi lain meskipun ekonomi tumbuh diatas 6%, namun tingkat kesenjangan justru meningkat.

Selain itu, perkembangan teknologi yang semakin pesat juga telah mendorong pertumbuhan ekonomi semakin tinggi, namun dalam waktu bersamaan menekan angka penyerapan tenaga kerja, sehingga menimbulkan, masalah pengangguran, kesenjangan, dan kemiskinan.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka pembangunan disektor maritim difokuskan pada pembangunan infrastruktur konektivitas untuk menunjang pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru.

"Pembangunan infrastruktur konektivitas memiliki dampak yang paling signifikan dalam pengembangan sentra industri," paparnya.

Luhut Juga memaparkan, upaya pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang baru serta penghasil devisa utama. sektor ini juga yang paling cepat menyerap tenaga kerja.

Pemaparan Menko Luhut tersebut sudah sejalan dengan program-program strategis Gubernur Ridho yang mengupayakan percepatan pembangunan melalui konektivitas antar wilayah, salah satunya adalah dengan pembangunan Bandara Radin Inten II, Bandara Taufiq Kiemas, Pelabuhan Bakauheni - Merak, serta pembangunan kawasan industri disepanjang jalan Tol Trans Sumatera dan Pengembangan kawasan Pariwisata di Lampung. (*)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…