Langsung ke konten utama

Kejati Lampung tahan oknum DPRD Lamsel Sugianto


Setialampung – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung melakukan penahanan terhadap oknum anggota DPRD Lampung Selatan (Lamsel) berinisial SG, kamis (5/10). SG ditahan berikut rekannya berinisial JM, DJ (65), SJ, dan SM (65).

Jaksa Penuntut Umum Kejati Lampung  Ratmadi mengatakan, pihaknya melakukan penahanan terhadap lima tersangka tersebut karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti dan dinilai tidak kooperatif atau dikhawatirkan akan melarikan diri.

“Dikhawatirkan tersangka menghilangkan barang bukti, jadi kami melakukan penahanan terhadap para tersangka hari ini,” katanya, saat ditemui di kejaksaan negeri Bandarlampung, kamis (5/10).

Di tempat yang sama, penasehat hukum oknum SG Cs, L. Nainggolan mengatakan, pihaknya secepatnya akan mengajukan penangguhan penahanan.

“Memang secara prosedur hukum sesuai, karena ancaman hukumannya di atas lima tahun. Namun dari sisi pandangan pengacara, dilihat pantas atau tidak pantas. Sebab, tersangka ini kan sudah tua, jadi tidak mungkin melarikan diri atau menghilangkan barang bukti,” ujarnya singkat.

Diketahui SG berikut empat rekannya ditetapkan sebagai tersangka oleh direktorat reserse kriminal umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, atas kasus dugaan penyerobotan lahan dan pemalsuan dokumen surat tanah seluas 8,5 hektar, di Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Lamsel.

Direktur Ditreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol. Heri Sumarji melalui Kasubdit II Ditreskrimum, AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dan gelar perkara, pihaknya menetapkan lima orang tersangka terkait kasus dugaan penyerobotan dan pemalsuan dokumen tanah di Desa Jatimulyo, Kecamatan Jatiagung, Lamsel. Lima tersangkan itu yaitu SG, JM, DJ (65), SJ, dan SM (65).


“Satu tersangka diantaranya berstatus anggota DPRD Lamsel berinisial SG,” kata Ruli, senin (24/7). (ben)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…