Polda Lampung bekuk perampok bersenjata api lintas provinsi

Direktur Ditreskrimum Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji saat pimpin ekspose di Polda Lampung, senin (2/10).  

setialampung – Tim khusus anti bandit (Tekab 308) Polda Lampung dan Polsek Pringsewu berhasil membekuk komplotan tersangka perampok bersenjata api lintas provinsi yaitu Johar, Dedi, Edi, Juanda dan Hermansyah (Johar Cs).

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung, Kombes Heri Sumarji di dalam ekspose di Polda Lampung, senin (2/10) mengatakan, pihaknya berhasil membekuk komplotan tersangka Johar Cs bermula dari perampokan yang terjadi di wilayah Pringsewu pada 30 September 2017 sekitar pukul 13.30 WIB.

“Polsek Pringsewu mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada gerak – gerik orang yang mencurigakan. Setelah mendapat laporan, anggota Tekab Polsek Pringsewu mendatangi tempat kejadian perkara (TKP),” ujarnya.  
Saat tiba di TKP, jelasnya, tersangka Johar melakukan perlawanan dengan menembak anggota polisi dengan senjata api (senpi), lalu melarikan diri ke jalan raya dan menodong sopir angkot dengan senpinya. Melihat hal tersebut, lalu Tekab Polsek Pringsewu mengejar dan melumpuhkan Johar dengan tembakan.  

“Hasil pemeriksaan dan pengembangan terhadap tersangka Johar, tersangka melakukan perampokan tersebut dibantu rekannya Dedi, Edi, Juanda, Hermansyah, S dan O. Hasil pengembangan bersama Tekab Polda Lampung, petugas menangkap Dedi, Edi, Juanda dan Hermansyah, sedangkan tersangka S dan O melarikan diri. Saat ini kasusnya ditangani oleh Polda Lampung,” ungkapnya.

Barang bukti yang disita, kata Heri, yaitu senpi (organik) dan hasil kejahatan tersangka diantaranya berupa emas dan uang ringgit Malaysia.

“Tersangka Johar dan Dedi saat ini dirawat di rumah sakit Bhayangkara. Senpi yang disita polisi dari tersangka jenisnya organik, tapi bukan senjata standar polisi atau militer. Modus perampokan yang dilakukan tersangka yaitu mendobrak rumah kosong dengan otak pelakunya yaitu Johar dan S (buron). Ada tiga laporan dan TKP terkait aksi kejahatan yang dilakukan tersangka, termasuk laporan kejahatan dari wilayah hukum Jawa Barat. Tersangka pernah ditahan di Lampung dan Jawa Barat. Soal senpi organik yang dimiliki tersangka, sejak 2010 tersangka mengaku sudah memiliki senpi tersebut yang diperolehnya dari Bogor. Polisi terus melakukan penyelidikan dan pengembangan,” ungkapnya. (ben)
Share:

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog