Soal hak cipta foto, PFI Lampung somasi pemkab Lamsel



Lampung Selatan – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan (Lamsel), sepertinya belum merespon positif atas dugaan pelanggaran hak cipta. Dimana pemkab Lamsel diduga menggunakan karya foto milik anggota pewarta foto Indonesia (PFI) Lampung, Khairullah Aka, tanpa izin.

Foto yang menceritakan tentang lokasi wisata kuliner di pusat pendaratan ikan (PPI) dermaga Bom, Kalianda, Lamsel tersebut, terpajang berjajar dengan foto Bupati Lamsel, Zainuddin Hasan di lobi ruang tunggu kantor bupati.

Aka, panggilan akrab Khairullah Aka mengatakan tidak pernah merasa dihubungi pemkab Lamsel terkait penggunaan foto tersebut. Sampai saat ini, terhitung sudah empat hari dari penayangan karya foto Aka di standing banner pemkab Lamsel.

“Sejauh ini belum ada komunikasi dari Pemkab Lamsel. Masih adem ayem saja,” kata Aka, Minggu (1/10).

Lalu, apa langkah selanjutnya yang akan dilakukan Aka menghadapi masalah ini? Berdasarkan informasi yang diterima Aka dari Ketua PFI Lampung Ikhsan Dwi Nur Satrio, Senin (2/10), PFI Lampung akan melayangkan surat somasi secara resmi ke Pemkab Lamsel.

“Informasi dari ketua (Ikhsan), PFI akan melayangkan surat somasi secara resmi,” ujar Aka, dalam siaran pers yang diterima setialampung.co.id, minggu (1/10).

Ikhsan yang dikonfirmasi membenarkan pernyataan Aka.

“Benar, besok kami akan melayangkan surat somasi ke pemkab Lamsel. Setelah itu, kami menunggu respon pemkab atas surat somasi tersebut. Mudah-mudahan pemkab merespon positif,” ujarnya.

Sebelumnya, pelanggaran hak cipta atau penggunaan karya foto tanpa seizin pemiliknya kembali terjadi. Kali ini, karya foto milik salah seorang anggota PFI Lampung, Khairullah Aka, "mejeng" di standing banner pemkab Lamsel.

Foto yang menceritakan tentang lokasi wisata kuliner di PPI Dermaga Bom, Kalianda, Lamsel tersebut terpajang berjajar dengan foto Bupati Lamsel Zainuddin Hasan.

Aka, panggilan akrab Khairullah Aka, tidak pernah merasa dihubungi pemkab Lamsel terkait penggunaan foto tersebut.

Aka menceritakan, awal ia mengetahui hasil karyanya tersebut terpajang di standing banner milik Pemkab Lamsel tersebut, pada Rabu (27/9), sekira pukul 10.30 Wib.

“Pas itu, saya datang ke kantor bupati Lamsel dan melihat rekan-rekan media sedang duduk-duduk di tangga teras usai meliput pemberian kendaraan roda empat dari PT. SMAL ke pemkab. Kemudian, kami masuk ke ruang lobi yang ada di lantai dasar kantor bupati. Dalam ruangan pandangan saya kemudian tertuju ke salah satu stand banner yang berdiri di pojok kiri pintu keluar, dalam ruangan itu,” cerita Aka, Kamis (28/9).

Aka melihat sebuah foto yang memperlihatkan dermaga kuliner terpampang berjajar dengan foto Bupati Lamsel, Zainudin Hasan. Cukup lama Aka memperhatikan foto tersebut. Dari mulai detail foto, sudut pandang serta pencahayaannya identik dengan foto milik Aka yang diabadikan pada medio 2016 lalu.

"Untuk menyakinkan diri, saya kemudian membuka website yang saya kelola, yakni www.beritaphoto.com, tempat di mana foto asli dermaga bom Kalianda itu saya muat. Setelah saya cocokkan, ternyata benar, foto tersebut milik saya. Dalam benak saya bergumam, kok bisa ya, foto ini mejeng di lobi kantor bupati, sejauh ini tidak ada yang pernah menghubungi saya untuk meminta izin, lewat media komunikasi apapun,” jelas Aka.

Aka kemudian spontan mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto standing banner tersebut. Untuk memastikan siapa yang memajang fotonya tersebut, Aka bertanya dengan instansi yang menjadi perpanjangan tangan Pemkab Lamsel, yakni Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Lamsel.

“Saya langsung bertanya dengan kepala dinasnya, yakni Bang Hendra Jaya lewat pesan Whatsapp. Saya kirim foto banner tersebut kepadanya dan menanyakan apakah Kominfo yang memajang foto itu. Tapi kata dia, bukan Kominfo. (rls)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog