Langsung ke konten utama

Tumbuh kembang forikan, berdampak positif bagi masyarakat Lampung


setialampung - Pelaku usaha restoran, stack holder dan semua pihak terkait diimbau membuat variasi menu berbahan dasar ikan. Ini agar masyarakat lebih tertarik untuk mengkonsumsi ikan.

Imbauan ini disampaikan Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Lampung, Aprilani Yustin, saat membuka diseminiasi dan rapat koordinasi forikan Lampung di Balai Keratun, Rabu (1/11).

“Ayo, budayakan mengkonsumsi ikan. Seperti dinas kesehatan yang menggerakkan masyarakat hidup sehat dengan kampanye manfaat makan ikan di rumah sakit dan posyandu," kata Yustin.

Menurut Yustin, tumbuh kembangnya forikan akan berdampak positif bagi peningkatan konsumsi ikan di Lampung.

“Di 2016, konsumsi ikan di Lampung tercatat 28.42 kg/kapita/tahun, dibandingkan dengan 2015 sebanyak 27.68 kg/kapita/tahun," ujarnya.

Istri Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo ini berharap, forikan bisa menjadi wadah bagi para inisiator, inspirator, motivator, kreator, aktivator dari lintas lembaga dan profesi dalam menyukseskan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN).

Selain itu, dalam memperingati Hari Ikan Nasional pada 21 November, Yustin Ficardo mengajak masyarakat hadir pada 12 November 2017 pukul 07.00 di PKOR Bandarlampung untuk berpartisipasi dalam kegiatan memasak berbagai makanan berbahan dasar ikan bersama Chef Juna dari Jakarta.

Ketua Penyelenggara, Liza Derni, menerangkan, kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan peserta akan manfaat gemar mengkonsumsi ikan. Selain itu acara ini bertujuan mengevaluasi program forikan untuk meningkatkan konsumsi ikan. (*)

Berita Populer

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)