Ridho akan tuntaskan konflik lahan di Lampung

Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo.

setialampung - Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo bertekad menyelesaikan sengketa lahan yang tak kunjung selesai di Lampung.

“Insya allah, kami bisa menuntaskan sengketa tanah yang ada. Apalagi bila kami kembali memimpin Lampung,” ungkap Ridho kepada wartawan, usai tes kesehatan di gedung instalasi rawat jalan, RSUAM, kamis (11/1).

Ridho menjelaskan, sejauh ini penyelesaian sengketa lahan memiliki progres yang cukup positif. Meski masih banyak pekerjaan rumah yang menanti ke depannya.

“Memang pekerjaan rumah masih banyak, terutama yang sudah sangat lama. Secara bertahap kita akan selesaikan dengan berkoordinasi kepada badan pertanahan nasional (BPN),” ujar Ridho.

Selain itu, jelas Ridho, kini pemerintah provinsi Lampung berupaya agar tak muncul sengketa lahan yang baru. Dengan mengurai masalah secara perlahan, dirinya optimistis pandangan masyarakat terhadap sengketa lahan bisa selesai.

“Memang membutukan waktu yang agak panjang. Dan diharapkan persoalan serupa tak kembali muncul," kata gubernur.

Sementara, pansus Sugar Group Companies (SGC) mendukung tekad gubernur Lampung menuntaskan sengketa lahan (tanah). Masalah sengketa lahan memang perlu mendapat prioritas dalam program kerja gubernur Lampung, baik saat ini ataupun gubernur mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Pansus SGC DPRD Tulangbawang, Novi Marzani menanggapi tekad Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo untuk menuntaskan persoalan sengketa lahan yang terjadi di Lampung.

“Ridho Ficardo masih menjabat gubernur Lampung hingga 2019. Walau sudah mepet, tekad ini kami dukung sepenuhnya. Apalagi bila Ridho kembali terpilih menjabat gubernur, maka bisa dilakukan secara berkesinambungan,” ujar Novi kepada wartawan di Menggala, jumat (12/1).

Novi mengakui, penuntasan persoalan sengketa lahan memang memerlukan waktu yang tidak singkat.

“Disini perlu tekad dan kesungguhan BPN. Pemerintah provinsi, dan kabupaten/kota perlu dukungan sepenuhnya dari BPN,” ujarnya.

Kata Novi, ketika Pansus SGC mengundang BPN untuk hadir dalam rapat bersama, mereka mangkir. “ Ini contoh konkrit terkait BPN,” ujarnya. (*/ben)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed