Langsung ke konten utama

Ribuan Warga dan Tokoh Kecamatan Natar Siap Menangkan Ridho - Bachtiar di Pilgub Lampung 2018


setialampung - Calon Gubernur Lampung petahana, Muhammad Ridho Ficardo silaturahmi bersama ribuan warga dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Natar yang mendukung dan siap memenangkan pasangan calon gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo - Bachtiar Basri, di Desa Merak Batin, Lampung Selatan, minggu (10/6/2018).

Dalam kegiatan yang berlangsung hangat tersebut, hadir juga beberapa tokoh seperti Wakil Ketua DPRD Lampung, Imer Darius, Anggota Komisi V DPRD Lampung, Yandri Nazir dan Mantan Wakil Bupati Lampung Selatan Eky Setyanto.

Eky Setyanto dalam sambutannya mengatakan, dirinya bersama masyatakat Natar siap mendukung pasangan calon gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo - Bachtiar Basri.

"Kami siap berjuang untuk Pak Ridho, kami nggak butuh sarung atau apapun. Selain karena memang tidak diperbolehkan oleh peraturan yang berlaku. Kami ikhlas berjuang," tegasnya.

Sementara, Ridho Ficardo menyatakan, Kecamatan Natar ke depan telah direncanakan untuk menjadi kabupaten.

"Natar itu kecamatan rasa kabupaten, daerahnya sudah sangat maju, perekonomiannya berkembang tapi masih kecamatan. Padahal kalau dilihat dari luas daerah dan jumlah penduduknya, nggak kalah dengan Kota Metro," kata Ridho.

"Harapan saya justru Natar bisa menjadi halaman muka ibukota provinsi, halaman muka kota Bandarlampung. Bukan malah menjadi halaman belakang. Oleh karenannya harus segera kita mekarkan menjadi kabupaten. Ke depan ada dua kabupaten yang akan dimekarkan, yakni Lampung selatan dan Lampung Tengah," lanjut Ridho.

Pada kesempatan tersebut M. Ridho Ficardo juga memaparkan beberapa capaian pembangunan Lampung. Diantaranya pembangunan jalan provinsi yang sudah mencapai 85% dalam kondisi mantap, pembangunan jalan tol trans sumatera, pembangunan Bandara Internasional Radin Inten II, dermaga penyeberangan eksekutif Merak - Bakauheni, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Solihin (57), warga natar yang hadir pada kegiatan tersebut menyatakan dirinya sudah mendukung Ridho - Bachtiar pada pemilihan gubernur 2014.

"Kalau saya ini tidak usah ditanya lagi mas, dari 2014 saya sudah mendukung pak Ridho. Apalagi sekarang yang pembangunannya sudah terbukti, tidak ada pilihan lain," ungkapnya kepada awak media. (rls)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …