Langsung ke konten utama

Sejak Kecil, Muhammad Ridho Ficardo Suka Membaca Buku, Berolahraga dan Menjadi Pemimpin


setialampung - Calon Gubernur Lampung petahana, Muhammad Ridho Ficardo sejak kecil hobi berolahraga, sangat suka membaca buku dan menjadi seorang pemimpin. Ini terungkap saat suami Aprilani Yustin ini mengikuti acara talk show yang digelar KPU Lampung bekerjasama dengan universitas Lampung yang dilaksanakan di Hotel Novotel, sabtu (9/6/2018).

"Saya sangat suka membaca buku. Karena buku itu jendela dunia. Saya suka membaca buku menjelang tidur. Saya sampe baca kamus - kamus juga kalau bukunya sudah habis dibaca semua," kata Ridho, di dalam talk show yang bertemakan "Mengenal lebih dekat calon gubernur Lampung tahun 2018" dan dimoderatori oleh Saptarini dan Ikram Afro ini.

Di dalam talk show yang berlangsung santai itu, terungkap juga bahwa M. Ridho Ficardo sosok yang biasa berorganisasi dan memimpin sejak kecil. Seperti menjadi ketua kelas ketika SD, ketua OSIS waktu di SMP dan SMA, sampai menjadi ketua kegiatan bersakala nasional seperti Perkemahan Bakti Saka Dirgantara (Pertidirgantara) saat dirinya berusia 19 tahun.

Kegemarannya pada kegiatam berorganisasi telah menempanya untuk siap memimpin disegala bidang. Dari menjadi Ketua DPD Partai Demokrat Lampung, hingga menjadi gubernur Lampung periode 2014 - 2019.

Kemudian ketika diminta untuk menggambarkan provinsi Lampung dalam satu kalimat pendek, Ridho dengan mantap menjawab :

"Lampung Maju dan Sejahtera", tegasnya. (*/ben)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …