Langsung ke konten utama

Tahun ini, Jalan Gedong Tataan - Kedondong Mulus

Ist.

setialampung - Calon Gubernur Lampung Petahana, Muhammad Ridho Ficardo menghadiri peringatan Nuzulul Qur'an bersama masyarakat Way Ratai, Padang Cermin, Pesawaran, kamis (7/6/2018).

Kegiatan yang dipusatkan di lapangan Desa Wates tersebut digelar oleh pondok pesantren Miftahul Huda dan majelis dzikir dan istighosah Kabupaten Pesawaran.

Kh. Abdur Rochim S.Pd.I atau yang biasa disebut dengan Ki Joko Goro Goro dari Demak, Jawa Tengah kembali memberikan tausiyah sekaligus hiburan melalui dakwah dan penampilan wayang kulit.

Sementara itu, Ridho Ficardo yang hadir di dampingi Wakil Ketua DPRD Lampung, Imer Darius dan Anggota Komisi V DPRD Lampung, Yandri Nazir, langsung disambut ribuan masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya Ridho mengatakan, Pesawaran adalah salah satu kabupaten yang masuk dalam tiga pembangunan strategis Lampung.

"Ada tiga program strategis Lampung, yakni ketahanan pangan, industralisasi, dan pengembangan pariwisata, dan Pesawaran memiliki potensi untuk itu semua, kawasan industrinya sedang dibangun, pertaniannya luas, tempat wisatanya banyak, jadi wajar jika Pesawaran termasuk kabupaten yang saya perioritaskan pembangunannya," kat Ridho.

Sebelumnya, dalam kunjungannya ke Pesawaran, Ridho juga bersilaturahmi dengan masyarakat Gedong Tataan dan meninjau langsung pembangunan ruas jalan Gedong Tataan - Kedondong, titik baru eksavator Desa Babakan Loa.

Menurut Bapak tiga anak ini, meskipun pembangunan titik Babakan Loa ini baru dimulai, namun perencanaannya telah dilakukan sebelum dirinya melakukan cuti masa kampanye. Adapun dana yang dianggarkan untuk memperbaiki titik tersebut adalah sebesar 160 miliar, dan ditargetkan selesai di 2018. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …