Langsung ke konten utama

Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo salah satu pembawa api obor Asian Games 2018

Foto: istimewa.


setialampung - Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo menjadi salah satu pembawa api obor dalam kegiatan kirab api obor Asian Games 2018. Lampung menjadi salah satu dari 18 provinsi dan 54 kota di Indonesia yang disinggahi api abadi Asian Games.

Gubernur Ridho mengatakan, Lampung merasa sangat beruntung sebagai salah satu provinsi yang dilintasi kirab api obor Asian Games 2018.

"Lampung merasa sangat beruntung menjadi salah satu dari 18 provinsi yang dilintasi kirab api obor (Torch Relay) Asian Games 2018. Kita berharap semangat gelora kompetisi olahraga ini membawa dampak kebaikan bagi Lampung," ungkap Gubernur muda ini.

Dalam kirab tersebut, Gubernur Ridho menerima api obor dari Kapolda Lampung, Irjen Pol Suntana. Kemudian Gubernur Ridho menyerahkan api obor kepada Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, yang kemudian api tersebut di bawa berlari bersama - sama menuju Tugu Adipura, Bandarlampung.

Gubernur Ridho juga berharap kehadiran api obor Asian Games di Lampung bisa menjadi motivasi guna memajukan dunia olahraga di tanah sang bumi rua jurai. Tidak hanya itu, Ridho berharap atlit - atlit Lampung dapat memberikan sumbangan terbaik bagi bangsa dan negara.

"Selain memberi motivasi di dunia olahraga, posisi Lampung yang berada di antara penyelenggaraan Asian Games Jakarta - Palembang, harapan saya dapat memberi dampak pada pertumbuhan ekonomi di Lampung," papar Ridho.

Lebih lanjut Gubernur Ridho juga berharap lagu Indonesia Raya berkumandang terus di setiap pertandingan dan menjadi api semangat untuk maju ke depan meraih kejayaan bangsa dan Negara Republik Indonesia. (*)


Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …