Reses, tujuh punggawa DPRD Bandarlampung siap wujudkan aspirasi rakyat

Ketua DPRD Bandarlampung, Wiyadi saat reses di dapil 6, Kecamatan Langkapura, selasa (7/8/2018).

setialampung - Tujuh punggawa DPRD Bandarlampung yaitu Ketua DPRD Bandarlampung, Wiyadi, Nu'man Abdi, Suratmin, Ernita, Nani Mayasari, Syarif Hidayat dan Heryadi Payacoen turun ke masyarakat. Tampak hadir juga Camat Langkapura, Ahmad Husni serta jajarannya serta ratusan warga setempat.


Dihadapan ratusan warga setempat, dalam kegiatan reses yang dipimpin Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi ini, para wakil rakyat tersebut  menegaskan siap mewujudkan aspirasi warga di daerah pemilihan (dapil) 6 pada khususnya dan masyarakat Bandarlampung pada umumnya.


Ketua DPRD Bandarlampung, Wiyadi pada kesempatan tersebut mengimbau kepada warga untuk terus menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyat di DPRD Bandarlampung terutama kepada anggota legislatif dari dapil 6.

"Warga jangan bosan - bosan untuk terus menyampaikan aspirasinya. Karena ini tanggungjawab kami sebagai wakil rakyat untuk berjuang mewujudkan aspirasi warga melalui mekanisme dan peraturan yang sudah ditetapkan," kata Wiyadi.


Wiyadi juga menuturkan, selain kegiatan reses, pihaknya sebelumnya juga selalu turun ke tengah - tengah masyarakat untuk menyerap aspirasi warga melalui kegiatan non formal anggota legislatif.


"Warga bisa menyampaikan aspirasinya secara langsung maupun secara tertulis kepada kami. Insya Allah saya terus berjuang untuk kesejahteraan warga," ujarnya.

Anggota DPRD Bandarlampung, Ernita menuturkan, antara wakil rakyat dengan rakyatnya itu tidak ada jaraknya.

"Mohon dimaklumi jika semua aspirasi rakyat belum bisa terwujud semuanya. Ini karena ada mekanisme yang wajib dijalankan. Namun setidaknya kami selalu berupaya maksimal untuk warga. Insya allah kami berbuat lebih baik lagi," ujarnya.

Camat Langkapura Ahmad Husni menjelaskan, kegiatan reses anggota DPRD Bandarlampung dari dapil 6 ini salah satunya sebagai penyambung aspirasi rakyat dengan anggota dewan.

Anggota DPRD Bandarlampung, Syarif Hidayat pada kesempatan tersebut menyaampaikan kepada warga bahwa sejak 2017 - 2018, ada perubahan keweanangan pendidikan. Dimana dari tingkat pendidikan SD - SMP merupakan wewenang pemerintah Kota Bandarlampung, sedangkan tingkat SMA merupakan wewenang pemerintah provinsi.

"Ada beberapa pola di dalam penerimaan siswa baru yaitu melalui pola zonasi dan nilai ujian mandiri," jelasnya.

Rohta, salah satu warga pada kesempatan itu meminta agar dilakukan perbaikan drainase dan jalan di sekitar kelurahan Gunung Terang. (ben)
Share:

Politik

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog