Ini lima tugas tim pendamping pemda dalam tanggap darurat bencana

Ist.

setialampung - Kementerian dalam negeri (kemendagri), mengirim 110 orang yang tergabung di dalam tim pendamping pemda ke daerah terkena bencana di Sulawesi Tengah yaitu Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong.

Hal ini ditegaskan Kapuspen kemendagri, Bahtiar.

Bahtiar menjelaskan, tim pendamping pemda yang dikirim, fokus pada tugas pokok dan fungsi kemendagri yaitu mengawal penyelenggaraan pemerintahan daerah berjalan dengan baik. Sesuai arahan mendagri saat melepas tim pendamping pemda pada selasa (2/10/2018), di halaman kantor pusat kemendagri.

Bahtiar menegaskan, fokus tugas tim pendamping pemda yang pertama yaitu membantu jajaran pemda setempat dalam mendata infrastruktur pemerintahan, serta sarana dan prasarana yang rusak.

Kedua, pendataaan dari aparatur pemda yang menjadi korban dalam bencana tersebut.

Ketiga, melakukan pendampingan untuk membantu dan menggerakkan kembali penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Minimal pelayanan dasar masyarakat untuk meyakinkan dan memotivasi bahwa pemerintahan berjalan normal.

Keempat, memberi semangat kepada rekan -  aparat pemda yang berduka agar kembali bekerja dan bersemangat sebagai aparatur lemda untuk melayani masyarakat.

Kelima, hasil dari pengumpulan data yang dilakukan tim pendamping kemendagri, menjadi bahan pemerintah pusat untuk melakukan penanganan pasca bencana di bidang pemerintahan.

Bahtiar kembali menegaskan, sampai saat ini masih dalam status darurat penanganan bencana.

"Maka, minggu ini fokus apa yang dilakukan tim, berpedoman pada kelima poin di atas," tegasnya.

Sebelumnya, Mendagri, Tjahjo Kumolo memberikan arahan penting terkait keberadaan tim pendamping lemda dari kemendagri harus mandiri, tidak membebani pemda dan masyararat. Membantu dan memastikan berjalannya pemerintahan setempat. (*)
Share:

SMSI LAMPUNG

SMSI LAMPUNG

Berita Populer

Recent Posts

Twitter Facebook Google Plus Instagram Youtube Linkedin RSS Feed

Arsip Blog