Langsung ke konten utama

Jengkel gara - gara handphone, pria ini perkosa anak di bawah umur, lalu ditangkap polisi

Tersangka KN.

setialampung - Tim opsnal Jatanras Polda Lampung berhasil menangkap KN (42), tersangka pemerkosaan anak di bawah umur.

Kasubdit III Jatanras Polda Lampung, AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan, tersangka KN ditangkap karena diduga telah melakukan pemerkosaan terhadap Bunga (nama samaran) yang masih berusia 11 tahun.

"Tersangka KN diduga memiliki kelainan Paedofilia," kata Ruli.

Ruli menjelaskan, berdasarkan pengakuan tersangka saat dalam pemeriksaan polisi, motif tersangka KN melakukan pemerkosaan terhadap korban bunga (nama samaran), karena tersangka jengkel dengan kakak korban.

"Tersangka jengkel dengan kakak korban terkait masalah handphone. Dimana handphone tersangka dipinjam oleh kakak korban namun tidak dikembalikan. Karena itulah, tersangka lalu melampiaskan rasa jengkelnya dengan memperkosa korban," jelasnya.

Ruli mengungkapkan, tersangka melakukan pemerkosaan terhadap Bunga di tanah lapang di sekitar sekolahan di Desa Bumi Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

"Korban diajak pergi dari rumahnya oleh tersangka tanpa ijin orang tua korban. Korban dicabuli dan disetubuhi sebanyak 2 kali di tanah lapang. Saat ini pelaku sudah diamankan di ruang subdit 3 Jatanras. Selanjutnya tersangka diserahkan kepada penyidik subdit 4/PPA ditreskrimum (tentang perlindungan perempuan dan anak) untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut hingga tuntas," ungkapnya. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …