Langsung ke konten utama

Kunjungi Banten, mendagri beri motivasi Pemda Banten dan pastikan pelayanan berjalan lancar

Foto: kemendagri.

Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo dan rombongan mengunjungi Provinsi Banten. Kedatangan Mendagri ke Pendopo Kantor Gubernur Banten langsung disambut Gubernur Banten, Wahidin Halim, jumat (28/12/2018).

Mendagri Tjahjo dan Gubernur Wahidin menyaksikan monitor data pemantauan daerah terkena tsunami.

Sekitar 32.438 total pengungsi yang ada di Kota Serang dan Kabupaten Pandeglang.

Data korban meninggal dunia, luka-luka, dan hilang, rinciannya di Kota Serang tercatat 20 orang meninggal dunia, 36 luka-luka dan 1 orang dinyatakan hilang. Kemudian, Kabupaten Pandeglang sebagai daerah yang terkena dampak paling parah tercatat, 286 meninggal dunia, 721 luka-luka dan 43 orang dinyatakan hilang. Berdasarkan data pada pukul 11.00 WIB padab28 Desember 2018.

Dilanjutkan, Mendagri melaksanakan Sholat Jumat di Masjid Agung Al Bantani, Provinsi Banten, dilanjutkan penyerahan secara simbolik logistik di Gedung Aspirasi Posko Pemprov Banten.

"Kami dari Kemendagri gotong royong dengan jajaran eselon I dan lainnya menyerahkan bantuan logistik berupa minyak, beras, gula, kopi, teh, susu, biskuit, mie instant, telur, air mineral, sabun dan sebagainya, yang benar - benar mendesak dibutuhkan saudara kita yang terkena bencana," kata Tjahjo.

Lebih lanjut Tjahjo juga ingin memastikan tetap berjalannya pemerintahan di daerah bencana mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa untuk tetap memberikan pelayanan pada masyarakat. Untuk merehabilitasi kantor desa yang rusak, Mendagri Tjahyo Kumolo telah menyiapkan anggaran Rp50 juta per desa. Dipersilahkan bupati langsung koordinasi teknis dengan ditjen pemerintahan desa kemendagri.

Selain itu, Mendagri juga hari ini mengutus tim ke Lampung Selatan untuk menyerahkan bantuan yang sama. Dan tim dukcapil terus bekerja membantu tim inafis DVI Polri identifikasi korban - korban yang meninggal.

Tepat pukul 14.20 WIB, Mendagri tiba di Posko bantuan Kabupaten Pandeglang. Ia juga menyampaikan bantuan secara simbolis yang diterima langsung Bupati Pandeglang, Irna Narulita dan suami. Hadir juga pada kesempatan tersebut, Bupati Lebak, Oktavia Jayabaya yang bersamaan menyerahkan bantuan uang Rp200 juta secara simbolis.

Tjahjo menyampaikan, apresiasinya kepada semua pihak yang bahu-membahu secara cepat ikut menangani penanggulangan bencana mulai dari kementerian/lembaga sesuai dengan tugas dan fungsinya, TNI/Polri, pemerintah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, kelurahan dan desa.

"Saat ini ada 19 titik posko bantuan ini sangat luar biasa. Prinsipnya semua pihak sudah melaksanakan apa yang menjadi arahan Presiden Joko Widodo untuk segera ditindaklanjuti," ungkapnya. (rls)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …