Langsung ke konten utama

Masalah tiang listrik jadi topik hangat di reses Ernita

Anggota DPRD Bandarlampung, Ernita saat reses, minggu (9/12/2018).

setialampung - Masalah tiang listrik menjadi topik hangat di dalam reses anggota DPRD Bandarlampung, Ernita. Reses yang dilaksanakan di Gang Ontoseno, Kemiling, Bandarlampung, minggu (9/12/2018) ini, dihadiri ratusan emak - emak dan generasi milenial.

Keluhan terkait pemasangan tiang listrik ini seperti disampaikan Warga Beringin Raya, Nuryati.

"Ada tiang listrik di dalam perkarangan rumah saya dan tiang listriknya sekarang posisinya sudah miring. Yang ingin saya tanyakan adalah, bagaimana caranya agar tiang listrik yang ada di pekarangan rumah saya itu dipindahkan karena khawatir tiangnya bakal roboh," kata Nurhayati.

Begitula disampaikam salah satu warga Gang Sepakat, Kemiling, Puspa.

"Saya juga minta agar tiang listrik deket rumah saya dipindahkan," ujarnya.

Berbeda dengan Uci, warga Gang Sepakat lainnya, pada kesempatan itu ia mempertanyakan bagaimana caranya agar dirinya beserta keluarga bisa mendapatkan kartu pengobatan gratis.

Setelah mendengar keluh kesah warga, Ernita mengatakan sangat mencintai semua warga Kemiling.

"Saya ucapkan terimakasih kepada semua masyarakat yang hadir. Insya Allah semua aspirasi dan keluhan masyarakat akan saya tindaklanjuti ke pihak terkait," ujarnya.

Anggota DPRD Bandarlampung dua periode ini juga menyampaikan akan menyelesaikan permasalahan tiang listrik tersebut.

"Insya Allah saya akan bantu berkoordinasi dengan PLN untuk menyelesaikan masalah tiang listrik itu. Saya akan memantau dan membantu semua permasalahan warga ini," ujarnya anggota DPRD Bandarlampung dapil 6 ini. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …