Langsung ke konten utama

Semen Conch dorong pekerja konstruksi Lampung handal dan berkompeten


Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung berupaya meningkatkan kompetensi pekerja jasa konstruksi. Salah satunya yakni Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Perkumpulan Paguyuban Tukang Konstruksi Indonesia (PPTKI) melaksanakan lomba pekerja konstruksi/tukang tingkat provinsi yang berlangsung 11 - 13 Desember 2018.

Kepala Dinas PUPR Lampung, Budi Dharmawan mengatakan, terdapat 90 peserta yang ikut dalam perlombaan tersebut. Peserta dibagi menjadi enam bidang diantaranya pekerja konstruksi bidang batu, keramik, juru ukur, juru gambar, bidang pelaksana gedung dan pelaksana jalan.

Plt Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Provinsi Lampung, Taufik Hidayat berharap event lomba dapat meningkatkan daya saing dan berimplikasi pada pembangunan Lampung.

“Saat ini daya saing Lampung berada di urutan ke 12 nasional. Dan untuk pekerjaan konstruksi masih butuh peningkatan skill,“ katanya.

Kegiatan tersebut didukung perusahaan Semen merek Conch. Semen Conch merupakan produk sangat baik untuk mendukung pembangunan memiliki material berkualitas dengan harga kompetitif.

Tim Promosi Semen Conch, Malik menjelaskan, program dinas PUPR Lampung bisa meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM dibidang Pekerja Konstruksi. Ia berharap pekerja konstruksi Lampung memiliki daya saing.

Untuk Lampung, Semen Conch telah menunjuk CV. Sumatera Baja Indonesia sebagai distributor tunggal, yang juga selalu berpartisipasi dalam setiap pelatihan tenaga kerja kontruksi di Lampung.

“Kami mendukung penuh program ini, agar pekerja Lampung memiliki kualitas yang bagus sehingga proyek di Lampung bisa berstandar nasional,” tuntasnya. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …