Langsung ke konten utama

Anggota Polisi Berprestasi Dapat Penghargaan dari Kapolda Lampung


BANDARLAMPUNG - 38 anggota Polda Lampung dan jajarannya berprestasi mendapat penghargaan dari Kapolda Lampung, Irjen Pol. Purwadi Arianto, senin (18/2).

Karo SDM Polda Lampung, Kombes Pol. Novian Pranata, melalui Kabag Watpers, AKBP. Habi Kusno membenarkan bahwa Kapolda Lampung, Irjen Pol. Purwadi Arianto telah memberikan penghargaan kepada 38 anggota Polda Lampung dan jajarannya yang berprestasi.

“Penghargaan diberikan kepada anggota yang berprestasi dalam mengungkap kasus penyelundupan narkoba dengan barang bukti katagori besar dan pengurusan sertifikat Asrama Polisi (Aspol) Polres Lampung Selatan dalam waktu cepat,” kata Habi Kusno.

Habi Kusno mengungkapkan, 38 anggota yang mendapatkan penghargaan yakni Kasubbag Khirdinlur Bag Watpers Ro SDM Polda Lampung, Kompol. M. N. Yuliansyah, mendapatkan penghargaan atas prestasi pengurusan sertifikat Aspol Polres Lampung Selatan dengan cepat. Kasat Reskrim Polres Lampung Timur, AKP. Sandy Galih Putra, Kasat Narkoba Polres Lampung Timur, Iptu. Abdi, Kapolsek Pasir Sakti, AKP. Mulyadi Yakub, Bintara Sateskrim Polres Lampung Timur, Bripka. I Gede Putu Agus, Bintara Satreskrim Polres Lampung Timur, Bripka. Bambang Sudibyo, Bintara Satreskrim Polres Lampung Timur, Bripka. A. Doni Prasetyo.

Kanit Idik II Satnarkoba Polres Lampung Timur, Bripka. Andri Setiyadi, Bintara Polsek Pasir Sakt, Bripka. Agus Heriyanto, KA SPKT B Polsek Pasir Sakti, Bripka. Tedy Irawan, Bintara Polsek Pasir Sakti, Brigpol. Komang Adi Swandana, Bintara Satnarkoba Polres Lampung Timur, Brigpol. Roni Kurniawan, Bintara Polsek Pasir Sakti, Briptu. Roby Tri Saputra, Bintara Satreskrim Polres Lampung Timur, Briptu. Aprian Tahta Sonjaya, Bintara Polsek Pasir Sakti, Bripda. Eko Suratmanto, ke 14 anggota tersebut mendapatkan penghargaan atas prestasi mengungkap kasus tindak pidana penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu seberat 60 Kg, di wilayah hukum Polres Lampung Timur.

Selanjutnya, tambah Habi Kusno, Bintara Satreskrim Polres Tanggamus, Aipda. Mailansyah, Bripka. Endri Turnip, Bripka. Deni Setiawan, Brigpol. Bobby Noviansyah, Brigpol. Angga Aradea, Brigpol. Deddy Saifudin, Brigpol. Apriawan, Bintara Satnarkoba Polres Tanggamus, Bripka Vincensius K. SAB, Bripka. Indra Setiawan, Bripka. Zulmambi, Brigpol. Herman JS, Brigpol. Frendi Setiawan, 12 anggota tersebut mendapat penghargaan atas perestasi pengungkapan ladang ganja seluas 2 Ha, di wilayah hukum Polres Tanggamus.

Bintara Satnarkoba Polres Lampung Selatan, Aiptu. Buyung Kurnia, Aipda. M Adi, Aipda. Hendra Susanto, Bripka. Roni Romansyah, Brigpol. Rendra Kasih S, Brigpol.A. M. Ajiguna, Brigpol. Dedi Saputra, Brigpol. Bobby Haris, Briptu. Rendi Putra P, Bripda. Rhoma Andika, dan Bripda. Agung Darmawan, mendapat penghargaan atas prestasi mengungkap kasus kejahatan narkoba jenis sabu di wilayah hukum Polres Lampung Selatan. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …