Langsung ke konten utama

Tersangka Pemerasan Ini Terancam Sembilan Tahun Penjara


Lampung Utara - Tim Resmob Polres Lampung Utara yang dipimpin Kapolres Lampung Utara, AKBP Budiman Sulaksono, kamis (21/2/2019), sekira pukul 23.00 wib berhasil mengamankan dua terduga pelaku tindak pidana pemerasan terhadap sopir truk angkutan barang.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Budiman Sulaksono mengatakan, kedua tersangka yaitu NH dan TI berhasil diamankan di Jalan Ahmad Akuan, Kelurahan Sribasuki, Kecamatan Kotabumi.

Budiman mengungkapkan, penangkapan terhadap tersangka berdasarkan laporan korban Sudar Ismanto dan Rahman Nias yang tertuang di dalam laporan polisi nomor : LP/ 132 / B / II / 2019 /Polda LPG/ SPKT RES LU / tanggal 21 Februari 2019.

"Barang bukti yang berhasil diamankan dari kedua tersangka yaitu dari tersangka NH diamankan satu unit sepeda motor Honda Supra X warna hitam Nopol BE 8172 JK Nosin HAEM A897, Noka AD1894 dan uang tunai Rp79.000. Sedangkan dari tersangka TI, polisi berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio J warna merah Nopol BE 3105 KA Noka MH32BJ003FJ758115, Nosin 2BJ-758120 dan uang tunai Rp340.000, dompet berwarna coklat dan HP samsung warna hitam," ungkapnya.

Ditambahkannya, saat ini kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan di mapolres Lampung Utara.

"Petugas juga melakukan tes urine terhadap kedua tersangka dan hasil tes urine satu tersangka positif. Kedua tersangka melanggar pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara," ujar kapolres. (*)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Terkait Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU, Handi: KPU Lampung Harus Segera Ambil Keputusan

Bandarlampung - Mencuatnya dugaan kasus jual beli kursi komisioner KPU yang diduga melibatkan oknum komisioner KPU, mendapat perhatian mantan komisioner KPU Lampung, Handi Mulyaningsih.

Melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11), Handi Mulyaningsih mengatakan, penting bagi KPU Lampung segera ambil sikap tegas atas pemberitaan kasus jual beli kursi. Karena integritas KPU Provinsi Lampung secara kelembagaan dan personal harus dijaga.

Baca juga: Senin KPU Lampung Rapat Pleno, Sala Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli Kursi Komisioner KPU.

"Oleh karena itu, perlu dijelaskan kepada publik mekanisme yang normatif dan prosedural bila ada kasus dan indikasinya. Publik berhak tahu yang terjadi walau masih indikasi," ujarnya.

Selain itu, dosen universitas Lampung ini mengimbau KPU Lampung harus segera ambil keputusan dalam ranah kewenangan yang dimilikinya, dan mensupport lembaga yang memiliki kewenangan untuk segera mengambil keputusan.

"Ini sangat penting…

Terkait Pengaduan Dugaan Jual Beli Kursi Komisioner KPU, DKPP Minta Alat Bukti

Bandarlampung - Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) membenarkan telah menerima pengaduan terkait dugaan jual beli kursi komisioner KPU di Lampung.

Kabag Humas, Data dan Informasi DKPP, Ashari membenarkan pengaduan terkait hal tersebut sudah diterima oleh DKPP melalui email.

"Namun, untuk alat buktinya harus dikirimkan melalui pos atau dikirimkan langsung ke DKPP untuk diverifikasi," kata Ashari melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id,  minggu (10/11).

Namun saat ditanya siapa nama pengadu dan teradu terkait hal ini, Ashari enggan menyampaikannya.

"Maaf belum bisa kita keluarkan datanya pak," ujarnya.

Anggota DKPP, Teguh Prasetyo melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, minggu (10/11) menuturkan, laporan ke DKPP bisa disampaikan melalui surat atau email.

Direktur LBH Bandarlampung, Chandra Muliawan mengatakan, kasus ini sudah dilaporkan ke DKPP melalui surat elektronik pada 6 November 2019 dan pihaknya telah memperbaiki laporannya pada 7 …