Langsung ke konten utama

Gubernur Ridho: Saya Ingin Anak - Anak Kita Meneruskan Tongkat Pembangunan di Lampung

Foto: istimewa.

Bandarlampung - Rombongan arak-arakan Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo beserta jajaran Pemprov Lampung berjalan perlahan dari kantor gubernur menuju gedung DPRD Lampung. Arak-arakan gubernur dengan pakaian adat Lampung tersebut kemudian disambut upacara adat Kanjauan Agung oleh Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal di halaman gedung DPRD Lampung, senin (18/3).

Adapun kehadiran Gubernur Ridho beserta rombongan ke gedung DPRD Lampung untuk mengikuti rapat paripurna istimewa DPRD Lampung dalam rangka memperingati hari jadi Provinsi Lampung ke-55 tahun 2019 pada 18 Maret 2019.

Dalam sambutannya, Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo memaparkan berbagai hasil pembangunan pemerintah provinsi Lampung serta pembangunan strategis nasional di Lampung.

Diantaranya pembangunan infrastruktur jalan, perpustakaan modern, observatorium terbesar se-asia tenggara, dermaga eksekutif, jalan tol trans sumatera, bandara internasional Radin Inten II, Bandara Gatot Subroto, Bandara Taufiq Kiemas, dan sebagainya.

Begitu pula pembangunan di bidang pertanian yang menurut Gubernur Ridho menjadi salah satu pembangunan stategis di Provinsi Lampung. Dengan pembangunan saluran irigasi yang baik, Provinsi Lampung berhasil menduduki peringkat 4 surpus beras nasional. Begitu juga dengan jagung dan peternakan.

Bahkan nilai tukar petani (NTP) Lampung terus meningkat setiap tahun dan merupakan tertinggi se-sumatera. Gubernur Ridho menilai, kenaikan NTP  merupakan prestasi seluruh jajaran pertanian, terutama petani Lampung.

Namun, dari berbagai deretan kemajuan yang berhasil diraih Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur Ridho menekankan untuk lebih memfokuskan pembangunan sektor pendidikan.

Menurut Gubernur Ridho, hakikat dari pembangunan adalah dengan membangun manusia Indonesia seutuhnya. Oleh karenanya berbagai pembangunan disektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan Pemprov Lampung.

Diantaranya dengan memperbesar kapasitas berbagai perguruan tinggi untuk menampung lebh banyak anak-anak Lampung berprestasi. Yakni dengan memberikan hibah tanah kepada perguruan-perguruan tinggi di Lampung, baik negeri maupun swasta.

"Hakikat pembangunan Indonesia adalah membangun manusia Indonesia seutuhnya. Jadi fokusnya di pendidikan. Saya tidak ingin ketika pembangunan di Lampung sudah semakin pesat, konektifitas dengan dunia internasional semakin lebar, tapi justru memakan anak-anak kita sendiri. Saya mau anak-anak kita yang meneruskan tongkat pembangunan di Lampung, bukan orang lain," tegas gubernur.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Ridho mengucapkan terimakasih kepada para sesepuh, senior, tokoh adat dan tokoh pejuang pendiri Provinsi Lampung yang telah melakukan yang terbaik pada masanya untuk pembangunan di Provinsi Lampung

Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal mengatakan, telah banyak pembangunan yang berhasil diraih pemerintah Provinsi Lampung. Untuk itu Dedi mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang berpartisipasi dalam pembangunan Provinsi Lampung.

"Pada kesempatan yang baik ini, HUT ke-55 Provinsi Lampung, kami ingin mengucapkan terimakasih kepada pemerintah provinsi Lampung serta seluruh jajaran masyarakat atas partisipasinya dalam pembangunan. Tapi kami sadar masih belum sempurna. Untuk itu kami mohon bantuan, dukungan, partisipasi, dan doa dari seluruh masyarakat Lampung untuk dapat terus membangun Provinsi Lampung yang kita cintai," papar Dedi

Kegiatan rapat paripurna kemudian ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh Istri Gubernur Lampung, Aprilani Yustin, dan diberikan kepada Ketua DPRD Lampung, Dedi Afrizal. Kemudian sebaliknya istri ketua DPRD Lampung yang melakukan pemotongan tumpeng dan diserahkan kepada Gubernur Ridho. Usai acara, seluruh undangan melakukan ramah tamah bersama gubernur dan seluruh anggota DPRD Lampung yang hadir. (*)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…