Langsung ke konten utama

Idul Adha 1440 H, Kemendagri Potong 67 Ekor Sapi dan 102 Ekor Kambing Kurban

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Hadi Prabowo, saat membagikan daging kurban kepada masyarakat. 

setialampung.co.id - Kementerian dalam negeri (kemendagri) mengurbankan 67 ekor sapi dan 102 ekor kambing pada hari raya Idul Adha 1440 H/2019 M. Penyerahan hewan qurban dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Hadi Prabowo yang mewakili menteri dalam negeri di halaman Plaza Gedung A Kemendagri, selasa (13/8).

Tema pemotongan qurban kali ini yakni "Dengan Semangat Berqurban, Kita Tingkatkan Kepedulian Sosial Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat," diharapkan mampu meningkatkan solidaritas dan kepedulian sosial.

"Pak menteri menyampaikan apresiasi, penghargaan, atas kebersamaan dan solidaritas kita dalam membangun kepedulian sosial khususnya bagi masyarakat di sekitar kita dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Hadi.

Hadi mengatakan, hari raya qurban merupakan momentum untuk memantapkan tali silaturahmi serta meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang telah Allah berikan.

"Ini dalam rangka menyambung tali silaturahmi, bagaimana kita memantapkan. Karena Iedul Adha bertepatan dengan hari libur, kita bisa bersilaturahmi dengan tetangga, sanak saudara, kita berbaur dan berbagi. Ini hikmah yang sangat penting. Selain itu, kita harus meningkatkan rasa syukur senantiasa diberikan kehidupan, kesehatan, rezeki, sehingga bisa mengabdikan diri bagi negara," kata Hadi.

Hari Raya Idul Adha atau yang kerap disebut hari raya kurban juga diharapkan menjadi momentum dalam membina persatuan dan kesatuan, terlebih juga bertepatan dengan bulan kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

"Kita renungkan dalam bulan Agustus ini juga berdampingan dengan HUT RI ke-74. Sehingga kita memaknai Idul Adha secara individual maupun masyarakat dan pengabdian kita terhadap bangsa, dan agama. Kita jadikan momentum meminta maaf pada sesama yang hidup dimuka bumi, menjadikan tonggak utama untuk membina persatuan dan kesatuan agar mampu menahan paham radikalisme," ungkapnya.

Ketua Panitia yang juga Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Syarifuddin mengatakan, hewan qurban yang dikeluarkan Kemendagri dan BNPP merupakan hewan qurban yang berasal dari ASN di lingkungan kemendagri dan BNPP, bukan berasal dari uang negara.

"Total 67 ekor Sapi dan 102 ekor Kambing ini sungguh dari warga kemendagri dan BNPP, bukan dari APBN ataupun APBD," kata Syarifuddin.

Hewan qurban yang telah disembelih dibagikan melalui Pondok Pesantren, Masjid, Yayasan Yatim Piatu, masyarakat sekitar kemendagri, pegawai perkantoran di sekitar kemendagri, pegawai kemendagri golongan 1 dan 2, tenaga supporting (pendukung), pamdal, cleaning service, dan pengemudi. (*)

Postingan populer dari blog ini

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Berikut Pidato Lengkap Presiden Joko Widodo

setialampung.co.id - MPR RI resmi melantik Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden masa jabatan 2019 - 2024, minggu (20/10).

Usai dilantik, Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya. Berikut pidato lengkap Presiden Joko Widodo.


Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Salam Sejahtera Bagi Kita Semua, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan.

Yang saya hormati para pimpinan dan seluruh anggota MPR, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin, Wakil Presiden Republik Indonesia, Yang saya hormati Ibu Megawati Soekarnoputeri, Presiden ke-5 Republik Indonesia, Yang saya hormati Bapak Prof. Dr. Soesilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia, Bapak Hamzah Haz, Wakil Presiden ke-9 Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Boediono, Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia, Bapak Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke- 12 Republik Indonesia.

Yang saya muliakan kepala negara dan pemerintahan serta utusan …

Imbauan Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto

setialampung.co.id - Menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 - 2024 yang akan berlangsung pada 20 Oktober 2019, Kapolda Lampung Irjen Purwadi Arianto mengimbau kepada semua masyarakat dan semua elemen agar mengikuti apa yang telah menjadi aturan. Sehingga pelaksanaan kegiatan pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman dan terkendali.

"Semua ini (pelantikan presiden) adalah kemenangan masyarakat Indonesia. Ini adalah anugerah buat Bangsa Indonesia. Untuk itu saya mengimbau kepada semua pihak agar semua situasi berjalan kondusif, aman dan terkendali. Silakan menyampaikan pendapat dengan santun dan sopan," ujarnya.

Purwadi juga menutukan, pihaknya menempatkan personil secukupnya. Diantaranya seperti di lokasi penyeberangan menuju pulau Jawa yaitu di Bakauheni, Lampung Selatan.

"Memang ada indikasi pemberangkatan massa tapi tidak terlalu banyak. Bagi pendukung yang lagi bersuka ria, agar penyampaiannya tidak mengganggu yang lainnya,"…