Langsung ke konten utama

Indonesia - Malaysia Gelar Fun Bike Tour De Malindo 2019


setialampung.co.id - Pemerintah Indonesia dan Malaysia menggelar Fun Bike Tour De Malindo 2019. Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Eko Subowo mengatakan, sebagai event pertama, kegiatan Fun Bike Tour De Malindo merupakan kerjasama sosial budaya untuk mempererat persaudaraan antara kedua negara.

"Kegiatan ini merupakan kerjasama sosial budaya yang diharapkan dapat melibatkan masyarakat, pemuda bagi daerah perbatasan dan sekitarnya yang bertujuan mempererat persaudaraan antar kedua negara," kata Eko dalam sambutannya di Majelis Pelepasan di Lundu, Negeri Serawak, Malaysia, sabtu (24/8).

Ditambahkan Eko, Fun Bike Tour De Malindo juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian di kawasan perbatasan/sempadan, mengembangkan potensi pariwisata di perbatasan yang melibatkan kedua negara dan mempererat kerjasama Sosek Malindo (Sosial Ekonomi Malaysia-Indonesia)  yang telah berjalan selama ini.

"Manfaat diadakan kegiatan ini diharapkan tidak hanya pada segi kesehatan dan lingkungan, budaya, tetapi juga menjadi pendorong perekonomian melalui pengembangan pariwisata oleh masyarakat setempat," imbuhnya.

Tak hanya itu, kegiatan Fun Bike Tour De Malindo yang dilaksanakan pada 23-25 Agustus 2019 juga digelar dalam rangka memperingati hari kemerdekaan kedua negara yang sama-sama diperingati pada Bulan Agustus.

"Mengingat bulan Agustus ini adalah bulan kemerdekaan bagi kita semua (Indonesia dan Malaysia) maka kegiatan ini juga sekaligus diharapkan dapat meramaikan dan merayakan hari ulang tahun kemerdekaan, baik Indonesia maupun Malaysia," ujar Eko.

Disisi lain, Menteri Belia dan Sukan Serawak merangkap Menteri pelancongan, kesenian dan kebudayaan Serawak, Datuk Abdul Karim Rahman Hamzah optimistis ke depan akan ada berbagai peluang kerjasama antara kedua belah pihak untuk menggali berbagai potensi di daerah perbatasan.

"Selepas pembukaan Aruk (Pos Lintas Batas Aruk) dan Biawak banyak peluang lain yang bisa diusahakan untuk yang tinggal di Malaysia maupun seberang sepadan, yaitu Kalimantan Barat. Misalnya pariwisata atau perdagangan, pertukaran kebudayaan karena kita ini serumpun hanya dipisahkan banjaran saja," ujarnya.

Para peserta yang berjumlah sekitar 300 orang terdiri dari warga Indonesia dan warga negara Malaysia. Mereka mengayuh sepeda dan melintasi 2 (dua) etape. Etape yang pertama, yakni dari Lundu, Negeri Serawak, Malaysia menuju Sambas, Kalimantan Barat, Indonesia sejauh 117 KM pada sabtu (24/8). Kemudian dari Sambas para peserta kembali meneruskan perjalanan ke Singkawang, Kalimantan Barat sejauh 80 KM.

Perjalanan kerjasama dalam kerangka Sosek Malindo yang sudah berjalan selama kurang lebih 35 tahun, telah menghasilkan sejumlah kesepakatan bersama dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan. Penetapan bersama beberapa exit/entry poin pada Persidangan ke-35 Sosio- Ekonomi Malindo tahun 2017 di Surabaya, dan Persidangan ke-36 Sosio Ekonomi Malindo tahun 2018 di Pulau Pinang, kedua negara telah bersepakat untuk meningkatkan hubungan kerjasama perbatasan/sempadan melalui kegiatan bersama Fun Bike Tour De Malindo 2019. (*)

Berita Populer

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)