Langsung ke konten utama

Diduga Gunakan Sabu, Mantan Anggota DPRD Bandarlampung Ini Ditangkap Polisi


setialampung.co.id - Tim opsnal subdit 3 direktorat narkoba Polda Lampung mengamankan mantan anggota DPRD Bandarlampung, berinisial KB atas dugaan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Shobarmen mengatakan, KB diamankan polisi saat menggunakan sabu bersama lima rekannya yaitu RW, RM, AM, DPA dan DAP, di Perumahan Gunung Madu Kluster 1 No.59 Kelurahan Tanjung Senang, Kecamatan Tanjung Senang, Bandarlampung, sekira pukul 01.30 WIB, jumat (13/9).

Kombes Shobarmen mengungkapkan, barang bukti yang berhasil diamankan dari KB Cs ini yaitu satu pucuk senjata api jenis FN No.T 12510752 H berikut magazine berisikan 22 butir amunisi kaliber 32, dua bungkus plastik klip bening berisikan narkotika jenis sabu, dua bungkus plastik klip bening bekas pakai sabu, dan perangkat alat hisap sabu/bong terbuat dari aqua gelas.

Diungkapkannya juga, penangkapan terhadap keenam tersangka ini berawal saat tim opsnal subdit 3 mendapat info dari masyarakat adanya penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Atas info tersebut, tim melakukan penyelidikan serta dilakukan penggeledahan badan, pakaian dan tempat di kantor milik KB dan kemudian ditemukan barang bukti tersebut.

"Selanjutnya tersangka berikut barang bukti dibawa ke Kantor direktorat reserse narkoba Polda Lampung guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Shobarmen kepada setialampung.co.id, jumat (13/9). (ben)

Berita Populer

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)