Langsung ke konten utama

Anggota DPRD Lampung, Rahmat Mirzani Djausal Salurkan Air Bersih Bagi Warga


setialampung.co.id - Anggota DPRD Lampung, Rahmat Mirzani Djausal merealisasikan gagasannya dalam membantu masyarakat yang terdampak kemarau di Bandarlampung.

"Ini ikhlas. Semata-mata untuk menolong sesama saudara-saudara saya yang lagi kesulitan mengakses air bersih lantaran musim kemarau ini," kata Rahmat Mirzani Djausal saat memantau langsung penyaluran air bersih di Kelurahan Bumi kedamaian, Kecamatan Kedamaian, kamis (3/10).


Ketua fraksi Partai Gerindra DPRD Lampung ini menuturkan, sementara PT. PDAM Way Rilau belum bisa berbuat banyak mengingat sedang membenahi  jaringannya terkait proyek sistem penyediaan  air minum (SPAM).

"Saya dapat info hal ini berlaku efektif pada 2020 mendatang. Jadi, tak mungkin menunggu selama itu," ujarnya.

Pada sisi lain, dia yakin dan percaya Pemkot Bandarlampung juga sedang berjuang keras menangai persoalan kemarau ini. Tentu saja upaya pemerintah ini belum mendekati sempurna bila tak ada dukungan seluruh elemen masyarakat.

"BPBD setempat saya dengar juga beberapa kali telah melakukan kegiatan seperti ini," lanjutnya.

Sejauh ini, pendiri RMD Care tersebut, sudah mendata titik-titik rawan kekeringan di sejumlah kecamatan. Di antaranya, Telukbetung Timur, Kedaton, Rajabasa,  Tanjungkarang Timur, dan Tanjungkarang Barat.

"Untuk mengcover wilayah-wilayah tadi tentunya saya harus menyertakan pihak lain. Dalam hal ini saya memilih para kolega di dewan provinsi hingga pengusaha untuk berkecimpung," ungkapnya.

Salah satu elemen yang dimaksudnya adalah Yonas Syah yang juga menjabat sekretaris Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Lampung. Kebetulan yang bersangkutan berniat maju menjadi bakal wakil wali kota pada pilwakot Bandarlampung  2020 mendatang. (rls)

Berita Populer

Senin, KPU Lampung Rapat Pleno, Salah Satunya Bahas Dugaan Kasus Jual Beli 'Kursi Komisioner KPU'

Bandarlampung - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lampung belum menerima tembusan atau laporan resmi tertulis terkait dugaan kasus jual beli 'kursi komisioner KPU' yang saat ini menjadi sorotan media dan publik. Dimana diduga kasus ini melibatkan oknum komisioner KPU.

"Ya akan kita pelajari secara komprehensif kebenarannya. Karena di KPU Lampung belum ada laporan resmi tertulis atau tembusan laporan, tetapi kita tetap mempelajarinya," kata Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami melalui pesan whatsapp kepada setialampung.co.id, sabtu (9/11).

Saat ditanya apakah dirinya sudah mengkonfirmasi langsung kebenaran kasus ini kepada oknum komisioner KPU yang diduga terlibat jual beli kursi komisioner KPU tersebut, Erwan menuturkan, pihaknya sedang mempelajari kebenarannya secara komprehensif.

"Ya, kan lagi kita pelajari kebenaran secara komprehensif. Senin, KPU Lampung akan menggelar rapat pleno rutin dan salah satu pembahasan dalam pleno nanti adalah informasi pemberitaan ini,&quo…

Dinamika dan Tantangan Demokrasi di Indonesia Harus Dikelola dengan Baik

setialampung - Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, rabu (4/7/2018), memberi ceramah di hadapan para perwira TNI di Sekolah  Staf Komando TNI (Sesko TNI) di Bandung, Jawa Barat. Dalam ceramahnya, mantan sekretaris jenderal PDIP itu banyak mengulas soal dinamika dan tantangan demokrasi di tanah air.


Menurut Tjahjo, dalam setiap pelaksanaan demokrasi di mana juga, termasuk di Indonesia, pasti ada dinamikanya. Dinamika demokrasi mulai terasa ketika tibanya tahapan kontestasi politik. Dinamika paling terasa menguat ketika dimulainya tahapan pemilu legislatif dan pemilihan presiden pada 2014.

"Dinamika politik juga terasa ketika penyusunan untuk regulasi pilkada dimulai," kata Tjahjo.


Tjahjo memahami, dinamika terasa karena setiap partai berkepentingan terhadap kontestasi politik yang akan digelar. Tentu, ada tarik menarik kepentingan. Namun itu semua, demi untuk membangun sistem demokrasi di Indonesia. Tahun 2015, Indonesia berhasil menggelar hajatan pilkada serentak tahap pert…

2020, Dishub Bandarlampung Dapat Dana Alokasi Khusus Sebesar Rp2,2 Miliar dan Dana Pendamping Rp400 Jutaan

Bandarlampung - Dinas Perhubungan Bandarlampung di tahun 2020 mendapat bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp2,2 miliar dan dana pendamping lebih dari Rp400 juta.

"Dana alokasi khusus sebesar Rp2,2 miliar itu dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Dana pendampingnya sebesar Rp400 jutaan," kata Kepala Dinas Perhubungan Bandarlampung, Ahmad Husna, usai hearing dengan komisi III DPRD Bandarlampung, selasa (12/11).

Husna menjelaskan, dana Rp2,2 miliar tersebut untuk alat uji kendaraan bermotor, seperti timbangan, rem, lampu dan emisi gas buang.

"Kemungkinan besar bantuannya dalam bentuk barang. Dana pendamping sebesar Rp400 jutaan diantaranya diperuntukkan bongkar pasang alat dan untuk biaya menyekolahkan (pendidikan) operator," ungkapnya. (ben)